
Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Jayawijaya Budiono, S.Pd, Ketua Bidang telematika David Khusmadi dan Agus suroto menghadiri undangan rapat koordinasi dari Kapolres Jayawijaya dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Kota Wamena yang diikuti ketua ormas Rapi, Orari, dan stakeholder lainya sebagai peran serta dalam penggunaan alat komunikasi radio pancar bertempat di ruang rapat Polres Jayawijaya, rabu (7/10/2020).
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM menjelaskan, “kami ingin untuk saling membagi informasi terkait adanya suatu tindak pidana untuk bisa direspon cepat pihak Polres Jayawijaya,” ujar Rumaropen.
Kapolres menyatakan, kegiatan ini sangat bagus untuk bersama-sama dalam menjaga Kamtibmas di kabupaten Jayawijaya, karena kabupaten Ini merupakan sentral dari daerah pemekaran lain.

Rapat koordinasi bersama di Polres Jayawijaya
“Kecepatan dalam memberikan Informasi sangat dibutuhkan Polres Jayawijaya, untuk mencegah serta melakukan antisipasi sehingga kami membutuhkan kerjasama dengan komunitas radio yang ada di Wamena.
Menurut Rumaropen, angka kejahatan di kabupaten Jayawijaya yaitu pencurian motor (curanmor) dimana ada sekitar 700 motor yang hilang semenjak bulan Januari hingga kini. Kemudian pencurian dengan kekerasan (curas) dan tindak kejahatan lainnya.
Polres Jayawijaya telah melakukan antisipasi dan pencegahan serta upaya-upaya untuk menjaga kamtibmas di kabupaten Jayawijaya seperti melaksanakan patroli, razia sajam serta tempat-tempat produksi miras.
Karena itu, tambahnya, pihaknya minta dukungan warga, karena aparat tak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari masyarakat dan rekan-rekan komunitas radio yang ada.
“Untuk membangun suatu daerah harus aman dulu baru kita bisa bekerja membangun daerah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini ketua Senkom Jayawijaya Budiono menjelaskan, “kegiatan ini sangat positif sekali rakor yang diadakan Polres Jayawijaya, mengingat angka kejahatan curammor, curas dll sangat tinggi sekali di wilayah hukum Polres Jayawijya”.
“Dengan rakor tersebut diharapkan ketiga organisasi (Senkom,Rapi,orari) bisa membantu menginformasikan dengan cepat kepada pihak berwajib apabila ada kejadian mencurigakan atau kejahatan diseputaran tempat tinggal masing-masing dengan peralatan handy talky (HT) yang dimiliki oleh masing-masing anggota organisasi,” tutup Budi. (dew/tlm)
