
JAKARTA – Sekitar 3.000 anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri perwakilan dari 34 provinsi dan 485 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia, mengikuti pendidikan bela negara, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (6/11/2019).
Sebelum memulai pendidikan, peserta mengikuti upacara dengan Inspektur Upacara Kepala Koordinator Bimbingan Masyarakat Baharkam Mabes Polri Irjen Pol Widiarso Herry Wibowo, dan hadir juga Ketua Umum Senkom mitra polri H. Katno Hadi, SE.

Dalam upacara tersebut Henry Wibowo mengapresiasi atas terselenggaranya diklatnas ini dan Senkom senantiasa membantu Polri dalam menjaga Kamtibmas. Henry Wibowo menambahkan, pendidikan bela negara ini sangat penting, apalagi pasca Pemilu 2019 harus diakui masih adanya polarisasi di tengah masyarakat.
Menurut Henry Wibowo, pendidikan bela negara ini sangat penting, apalagi pasca Pemilu 2019 harus diakui masih adanya polarisasi di tengah masyarakat.
“Pendidikan bela negara ini dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, sehingga mereka memiliki kepekaan dan kepedulian serta wawasan dalam bela negara,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Umum Senkom Mitra Polri, H. Katno Hadi, S.E. menjelaskan, lewat Diklatnas ini para peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, peran, dan kemitraan anggotanya secara profesional dan bertanggung jawab. “Rasa cinta Tanah Air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga diharapkan dapat meningkat,” ucap Katno.
Kegiatan diklat kamtibmas dan bela negara Senkom Mitra Polri ini, bersamaan dengan hari jadi ke-15 Senkom Mitra Polri. Diklat kali ini mengangkat tema “Membentuk SDM Senkom Mitra Polri Yang Unggul Untuk Indonesia Maju”. Pembinaan dan pelatihan anggota Senkom terus digiatkan, tidak hanya pada Diklatnas ini, namun juga melalui diklat yang rutin dilakukan di tiap kepengurusan Kabupaten Kota.

“Anggota harus menjadi penengah yang baik bagi masyarakat dan menjadi komponen cadangan fungsional yang dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam mensukseskan program-program pemerintah di berbagai bidang. Sehingga di dalam melaksanakan kegiatan dan program kelembagaan semakin diterima di tengah masyarakat untuk diaplikasikan di tempat masing-masing,” ujarnya.
Banyak dinamika yang dihadapi oleh Senkom Mitra Polri. Sebut saja gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), perselisihan atau konflik sosial, bencana, dan berbagai ancaman gangguan lain terhadap masyarakat, serta hankamnas.

Untuk itu, Ketua Panitia Diklat Nasional Kamtibmas dan Bela Negara Senkom Mitra Polri Tahun 2019 H. Untung Maulana, S.H. mengatakan, peserta akan diberikan pengetahuan diberbagai bidang yang bersangkutan dari berbagai instansi pemerintah. Mulai dari BNPB, BNPT, BNN, Kementerian Pertahanan RI, Mabes Polri, dan instansi lain. (dew)

